Prosiding Seminar Nasional Mikoriza https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza <p><strong>PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIKORIZA </strong></p> <p>“Mikoriza untuk Mendukung Pembangunan Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan”</p> en-US Prosiding Seminar Nasional Mikoriza Status Riset dan Strategi Pengembangan Mikoriza di UHO untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/1 <p style="text-align: justify;">Fungi mikoriza potensial dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai pupuk hayati&nbsp;mendukung pembanguan pertanian dan lingkungan berkelanjutan. Fungi MA&nbsp;signifikan meningkatkan pertumbuhan, biomassa, produksi tanaman melalui&nbsp;peningkatan serapan hara dan air serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap&nbsp;cekaman lingkungan. Mengingat begitu pentingnya FMA bagi lingkungan dan&nbsp;manusia maka arah penelitian UHO juga diarahkan untuk mengkaji mikoriza&nbsp;secara mendalam. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan sumberdaya manusia&nbsp;(dosen) UHO yang sampai saat ini telah memiliki satu guru besar bidang mikoriza&nbsp;dan kurang dari 11 orang S-2 dan S-3 yang terdistribusi pada beberapa fakultas. Arah riset mikoriza di UHO fokus pada kajian aplikasi, perbanyakan, dan&nbsp;identifikasi fungi mikoriza baik pada tanaman pertanian dan kehutanan atau pada&nbsp;kondisi lahan terdegradasi (seperti lahan pascatambang). Kedepan, pimpinan&nbsp;UHO berkomitmen untuk memajukan riset dan pengembangan mikoriza melalui&nbsp;skim pendanaan desentralisasi dan pembangunan laboratorium terpadu mikoriza&nbsp;di UHO. Kami berharap, peneliti UHO dapat mendapatkan isolat-isolat FMA&nbsp;lokal yang unggul untuk mendukung pembangunan pertanian dan restorasi lahan&nbsp;terdegrasi di Sulawesi Tenggara khususnya dan Indonesia umumnya.</p> Muhammad Zamrun Firihu Husna Husna Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 1 16 Pemanfaatan Fungi Ektomikoriza di Hutan Tropis Indonesia https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/2 <p style="text-align: justify;">Fungi ektomikoriza (ECM) mempunyai peranan sangat penting dalam pengelolaan ekosistem hutan tropis, terutama di hutan tropis yang didominasi keluarga Dipterocarpaceae, Myrtaceae, Pinaceae, Fagaceae, Gnetaceae, dan Fabaceae. Namun, pemanfaatan fungi ECM di Indonesia masih sangat minim, peneliti khusus fungi ektomikoriza tidak banyak dan jumlah publikasinya sangat terbatas. Tujuan dari penulisan paper ini adalah mereviu pemanfaatan fungi ECM dalam pengelolaan dan restorasi hutan tropis di Indonesia dan prospek ke depan pemanfaatan fungi ECM sebagai alternatif pangan yang bernilai ekonomi tinggi, serta sebagai salah satu indikator perubahan iklim global. Beberapa genera fungi ECM yang telah dimanfaatkan sebagai bahan inokulum ECM pada tanaman inang di antaranya dari genera Pisolithus, Rhizopogon, Scleroderma, Boletus, Suillus, Chantarellus, Amanita, Russula, Lepiota, Lactarius, Inocybe, Cenoccocum, dan lainlain. Bentuk inokulum ECM yang palingpraktis digunakan adalah dalam bentuk&nbsp; spora, mencacah tubuh buah dan perbanyakan miselia skala massal. Banyak di&nbsp; antara jenis-jenis fungi ECM sangat sulit untuk dipropagasi dan ditumbuhkan&nbsp; pada media selektif. Keistimewaaan fungi ECM adalah begitu fungi ECM cocok&nbsp; bersimbiosis dengan inang pohon tertentu, maka bakal ada bukti munculnya&nbsp; tubuh buah fungi ECM di permukaan tanah yang secara regular muncul tidak&nbsp; jauh dari inang pohon. Beberapa jenis fungi ECM dapat dikonsumsi oleh&nbsp; manusia (edible mushroom) dan bernilai ekonomi tinggi. Untuk meningkatkan&nbsp; pemanfaatan fungi ECM dalam rangka pengelolaan dan restorasi hutan tropis di Indonesia, diperlukan strategi yang tepat agar pengelola dalam memilih jenis-jenis&nbsp; fungi ECM yang cocok dan efektif dengan inang pohon yang akan dikembangkan&nbsp; secara massal untuk kegiatan restorasi ekosistem. Sebagai insentif masyarakat&nbsp; tidak perlu menebang pohon lagi, yaitu dengan memanen tubuh buah fungi ECM dapat dijadikan sumber ekonomi penting bagi masyarakat di sekitar hutan.</p> Maman Turjaman Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 17 32 Fungi Mikoriza Arbuskula di Bawah Tegakan Jati https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/3 <p style="text-align: justify;">Fungi mikoriza arbuskula hidup dan berkembang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tumbuhnya, seperti karakter tanah, tumbuhan yang ada di sekitarnya dan ketergantungan tanaman terhadap asosiasi mikoriza. Pada tanaman tahunan sering kali terlihat asosiasi ini tampak efektif pada perakaran tanaman muda, kemudian umur yang tua tidak terlalu efektif. Jati dengan perakarannya yang dangkal telah dikenal berasosiasi dengan fungi mikoriza arbuskula. Bagaimana asosiasi ini bekerja pada tanaman jati dalam berbagai usia dengan kelas bonita beragam belum banyak diteliti. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui sebaran jenis, pola distribusi, dan tingkat kolonisasi fungi mikoriza arbuskula di bawah tegakan jati dalam ragam umur tanaman dan ragam bonita. Contoh tanah berasal dari Ledok, di wilayah hutan KPH Cepu, Perum Perhutani Jawa Tengah. Umur tanaman muda dari kelas bonita rendah dan tinggi digunakan sebagai sampel penelitian. Melalui identifikasi INVAM, metode penghitungan kolonisasi Brundret, diperoleh informasi untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 18 tipe fungi mikoriza, terbagi ke dalam tiga genus, yaitu Acaulospora, Gigaspora, dan Glomus. Glomus merupakan tipe fungi mikoriza yang mendominasi di tanah tegakan jati, pada umur tanaman muda sampai tua. Pada perakaran jati menunjukkan adanya infektivitas dengan fungi mikoriza arbuskula, baik pada tanaman muda maupun yang tua, dengan tingkat infektivitas yang beragam. Kepadatan spora beragam tergantung pada kondisi kesuburan tanah dan umur tegakan. Kelas bonita tanah pada lahan jati tidak dapat dijadikan acuan untuk menilai kesuburan tanah, dan tidak ada hubungan yang signifikan antara kelas bonita dengan parameter kepadatan spora, distribusi, dan infektivitas fungi mikoriza arbuskula. Kata&nbsp;</p> Corryanti Triwahyuningsih Frida Ermi Astanti Deden Sylva Diana Dian Novita Sari Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 33 42 Pengaruh Fungisida Asam Fosfit dan Metalaksil Terhadap Perkecambahan dan Kolonisasi Spora Gigaspora margarita dan Acaulospora tuberculata https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/4 <p style="text-align: justify;">Penggunaan fungisida yang bertujuan untuk mengendalikan populasi jamur patogen tanaman dapat berdampak negatif terhadap jamur tanah bermanfaat, seperti mikoriza. Studi ini bertujuan untuk mempelajari dampak fungisida asam fosfit dan metalaksil terhadap perkecambahan dan kolonisasi dua spesis mikoriza yaitu Acaulospora tuberculata dan Gigaspora margarita. Dua jenis fungisida yang diuji umumnya digunakan oleh petani di Kabupaten Karo dengan frekuensi yang tinggi. Percobaan dilakukan di laboratorium dan rumah kaca. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua jenis fungisida tersebut hanya menunda proses perkecambahan spora G. margarita, namun menghambat perkecambahan spora A. tuberculata. Peningkatan konsentrasi kedua jenis fungisida menyebabkan penurunan persentase kolonisasi akar baik oleh G. margarita maupun A. tuberculata.</p> Delvian Delvian Dwi Suryanto Sudirman Sudirman Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 43 52 Status Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Lahan Terdampak Longsor: Kerapatan Spora; Keanekaragaman dan Kolonisasinya pada Akar Tumbuhan Pioneer https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/5 <p style="text-align: justify;">Bencana tanah longsor menimbulkan kerusakan sifat-sifat tanah. Rendahnya kandungan unsur hara, bahan organik, kapasitas infiltrasi, kemampuan tanah menyimpan air dan meningkatnya kepadatan serta ketahanan penetrasi tanah merupakan karakteristik lahan terdampak longsor. Kondisi ini menyebabkan lambatnya pertumbuhan tanaman dan menghambat upaya rehabilitasi lahan. Pemanfaatan mikroba tanah potensial seperti Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) seharusnya dilakukan untuk merehabilitasi lahan tersebut. Namun, inokulum FMA yang digunakan seharusnya jenis-jenis FMA indigenous sehingga daya adaptabilitasnya tinggi. Oleh karena itu, diperlukan informasi status FMA meliputi jenis dan kepadatan spora FMA indigenous serta asosiasinya pada akar tumbuhan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keanekaragaman, populasi dan tingkat kolonisasi FMA pada tumbuhan pioneer. Lokasi penelitan di area terdampak longsoran gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sampling tanah dan akar tumbuhan dilakukan pada 2 tipe area, yaitu (1) hulu (Dusun Bawakaraeng-Lengkese) dan (2) hilir (Spoilbank Parangloe). Sampel tanah dan akar tumbuhan dikumpulkan dari plot-plot berukuran 1 m x 1 m (45 buah) yang berada dalam plot-plot 10 m x 10 m (15 buah). Hasil eksplorasi dan identifikasi FMA menemukan 15 morfotipe spora FMA. Empat morfotipe termasuk genus Acaulospora dan Gigaspora, 1 morfotipe Scutellospora dan 6 morfotipe Glomus. Kepadatan spora FMA tergolong sangat rendah (1–13 per per 100 g tanah). Hampir seluruh jenis tumbuhan yang menginvasi lahan terdampak longsor berasosiasi dengan FMA, ditunjukkan oleh tingkat infeksi 19,44–95,48%. Rendahnya kepadatan spora membuktikan dampak bencana longsor mengakibatkan turunnya sifat biologi tanah. Sementara tingkat kolonisasi FMA pada akar tumbuhan pioneer mengidikasikan asosiasi fungi mikoriza diperlukan membantu kelangsungan hidup tumbuhan dan memacu proses suksesi alami.</p> Retno Prayudyaningsih Nursyamsi Nursyamsi C. Andriani Prasetyawati Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2022-01-24 2022-01-24 53 68 Keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula pada Rizosfer Angsana (Pterocarpus indicus Willd) di Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/6 <p style="text-align: justify;">This study aims to determine the diversity of Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) in the rhizosphere of angsana (Pterocarpus indicus Willd) in Gu District, Central Buton Regency. This research was conducted from October to December 2018. The study was conducted using a survey method. The implementation of the study begins with taking soil and root samples in the field, then the samples are taken to the laboratory to be isolated, observed and identified. The results showed that 10 species of angsana trees were symbiotic (colonized) with AMF. Tree number 3, 4, 5 and 10 have the highest colonization (&gt; 80%). The most commonly found AMF structure is internal hyphae. Found 5 types of AMF spores consisting of 3 genera, namely Glomus (3 types), Acaulospora (1 type) and Scutellospora (1 type). Glomus dominant in all trees.</p> Husna Husna Faisal Danu Tuheteru Lidia Lidia Asrianti Arif Albasri Albasri Basrudin Basrudin Wiwin Rahmawati Nurdin Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 69 84 Efektivitas Palmarosa (Cymbopogon Martinii Roxb.) sebagai Inang dalam Perbanyakan Spora Fungi Mikoriza Arbuskula https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/7 <p style="text-align: justify;">Perbanyakan spora fungi mikoriza arbuskula (FMA) bergantung pada tanaman inang. Salah satu tanaman yang perlu diuji kompatibilitas dan efektivitasnya dalam perbanyakan spora FMA adalah palmarosa (Cymbopogon martinii Roxb.). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas tanaman palmarosa sebagai inang dalam perbanyakan spora FMA. Penelitian dilakukan di rumah kaca dengan menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design). Petak utamanya ialah tanaman inang (palmarosa dan sorgum), sedangkan amak petaknya ialah media tanam (zeolit dan pecahan genting). Pengamatan dilakukan pada tanaman umur 12 minggu dan 16 minggu. Peubah yang diamati ialah jumlah spora, kolonisasi FMA, dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman inang palmarosa dapat digunakan sebagai inang dalam perbanyakan spora FMA, namun efektivitasnya lebih rendah dibanding dengan tanaman sorgum. Jumlah spora yang dihasilkan pada kedua tanaman inang umur 16 minggu lebih banyak dibanding dengan umur 12 minggu. Tingkat kolonisasi FMA pada kedua tanaman tidak berkorelasi dengan jumlah spora yang dihasilkan. Produksi spora FMA yang diperbanyak pada tanaman sorgum yang ditanam pada media tanam zeolit lebih banyak dibanding dengan yang ditanam pada media tanam pecahan genting. Berat kering akar kedua tanaman inang pada kedua media tanam tidak berbeda nyata.</p> Arum Sekar Wulandari Chandra Aditiya Hidayatullah Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2022-01-24 2022-01-24 85 94 Potensi Pemanfaatan Jenis-Jenis Gulma sebagai Inang Perbanyakan Propagul Fungi Mikoriza Arbuskula Lokal https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/8 <p style="text-align: justify;">Kehadiran gulma pada area tanaman budidaya sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Hal ini terjadi karena gulma memiliki kemampuan berkompetisi yang tinggi dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya matahari, CO dan ruang tumbuh. Dengan demikian, maka jenis-jenis gulma yang tumbuh pada area tanaman budidaya harus dikendalikan sebelum menimbulkan kompetisi. Di lain pihak, kehadiran gulma dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mikroorganisme di dalam tanah seperti fungi mikoriza arbuskula (FMA) lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi jenis-jenis gulma sebagai inang perbanyakan propagul FMA lokal. Tanah yang digunakan sebagai media tanam disterilisasi dengan menggunakan oven tungku, selanjutnya diisi dalam polybag yang berukuran 40 cm x 50 cm. Jenis-jenis gulma yang diuji terlebih dahulu disemaikan selama 2 bulan (jumlah daun 4 helai, tinggi ± 10 cm), selanjutnya dipindahkan pada polybag. Setiap polybag ditanami 1 jenis gulma. Propagul FMA yang digunakan merupakan hasil penelitian sebelumnya yang diperbanyak pada tanaman jagung, dosis yang digunakan adalah 10 g/lubang tanam. Propagul FMA diletakkan di bawah benih gulma. Variabel yang diamati adalah persentase infeksi FMA pada perakaran gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase infeksi FMA pada perakaran gulma berkisar antara 60–90%. Persentase FMA tertinggi terjadi pada perakaran gulma Amaranthus gracilis dan gulma Sida rhombifolia masingmasing sebesar 90%.</p> Halim Halim Makmur Jaya Arma Fransiscus S. Rembon Resman Resman Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 95 100 Pemanfaatan Pupuk Hayati Mikoriza Lokal Sulawesi Tenggara untuk Memacu Pertumbuhan Kayu Kuku pada Media Tanah Pascatambang Nikel https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/9 <p style="text-align: justify;">Kayu kuku [Pericopsis mooniana (Thw.) Thw.] merupakan salah satu jenis tumbuhan tropik dari famili Fabaceae yang terancam punah dan bersimbiosis serta memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap Fungi Mikoriza Arbuskula sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan biomassa pada tanah pascatambang nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pupuk hayati FMA lokal yang efektif dalam memacu pertumbuhan dan biomasa kayu kuku pada tanah pascatambang nikel. Rancangan Penelitian yang digunakan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam taraf perlakuan yaitu kontrol, Claroideoglomus etunicatum/Ha, Septoglomus constrictum, Acaulospora apendiculata, Glomus delicata dan Campuran (C. etunicatum/Ha, S. constrictum, G. delicata, A. apendiculata). Inokulasi FMA C. etunicatum/Ha meningkatkan tinggi, diameter, jumlah daun, luas daun, Berat kering pucuk, akar dan total, IMB dan memiliki ketergantungan tinggi (75.04%), FMA campuran meningkatkan NPA dan peubah jumlah nodul tertinggi inokulasi FMA S. constrictium sebesar 4.13 dan 2.66. Inokulasi FMA C. etunicatum/Ha efektif yang memacu pertumbuhan bibit kayu kuku.</p> Husna Husna Faisal Danu Tuheteru Muhammad Irwan Salim Laode Anur Adam Nirwan Nirwan Asrianti Arif Basrudin Basrudin Albasri Albasri Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 101 114 Inokulasi Ganda Fungi Mikoriza Arbskula dan Fungi Endofit pada Bibit Nyatoh (Palaquium Spp.) di Persemaian https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/10 <p style="text-align: justify;">Beberapa jenis mikroba diketahui memiliki potensi manfaat sebagai pupuk alami, di antaranya fungi mikoriza arbuskula dan fungi endofit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek penggunaan mikroba secara ganda yakni mikroriza arbuskula dan fungi endofitik. Konsorsium mikoriza dan endofit Penicillum citrinum (Pc) dari lahan rawa gambut digunakan pada penelitian ini. Inokulasi dilakukan pada tanaman nyatoh (Palaquium spp.) yang merupakan salah satu jenis khas rawa gambut. Tiga perlakuan digunakan dalam penelitian ini yakni pemberian fungi endofitik Penicillum citrinum (Pc), pemberian konsorsium mikoriza arbuskula, yaitu Glomus sp.5 (Glo) dan Gigaspora sp.4 (Gig), serta dual konsorsium fungi endofitik dan mikoriza arbuskula. Dosis yang digunakan adalah 10 gram untuk mikoriza arbuskula dan 1 ml untuk fungi endofitik. Pengamatan dilakukan selama empat bulan dengan parameter yang dimati adalah pertambahan tinggi, diameter, dan pertambahan jumlah daun. Hasil pengamatan menunjukkan dual inokulasi inokulasi mikoriza arbuskula-fungi endofit tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan nyatoh di persemaian jika dibanding dengan bibit yang diinokulasi tunggal dengan mikoriza dan endofit saja.</p> Safinah S. Hakim Tri W. Yuwati Dewi Alimah Ahmad A. Musthofa Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 115 220 Respon Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) terhadap Pemberian Azolla dan Mikoriza https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/11 <p style="text-align: justify;">Tingginya minat masyarakat terhadap tanaman kacang buncis direspons petani dengan upaya peningkatan produksi kacang buncis. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman buncis dapat dilakukan dengan pemupukan. Pada sistem pertanian intensif yang dilakukan petani berskala menengah dan besar, pemakaian pupuk anorganik sangat berlebihan. Suatu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia adalah dengan pemanfaatan pupuk hayati mikoriza dan azolla. Penambahan input luar seperti pupuk hayati berisikan inokulan mikroba diperlukan untuk menyuplai kesediaan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kacang buncis terhadap pemberian azolla dan mikoriza. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober–Desember 2016 di Nagari Aia Angek, Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan 5 ulangan. Perlakuan A = kontrol, B = pupuk NPK 10 g, C = Azolla 50 g + mikoriza 2 g, D = Azolla 60 g + mikoriza 4 g, E = 3 g Azolla 70 g + mikoriza 6 g, F = Azolla 80 g + mikoriza 8 g sehingga total unit percobaa berjumlah 30. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pemberian mikoriza dan azolla berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman buncis yang meliputi jumlah daun dan jumlah polong. Aplikasi azolla dan mikoriza pada taraf dosis 80 g + mikoriza 8 g, memberikan hasil tertinggi terhadap parameter yang diamati.</p> Novi Novi I. Wahidi Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 121 128 Respons Pertumbuhan Semai Kayu Kuku [Pericopsis Mooniana (Thw.) Thw.] dengan Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Lokal dan Urea pada Media Tanah Serpentine https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/12 <p style="text-align: justify;">Tanah serpentine merupakan batuan ultramafik yang memiliki kandungan logam berat tinggi dan unsur hara rendah yang dapat menghambat regenerasi pertumbuhan tanaman. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan input pemupukan. Pemupukan yang dapat digunakan yaitu fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan pupuk urea. FMA merupakan pupuk hayati yang dapat membantu pertumbuhan tanaman dengan menyuplai unsur hara makro yang tidak tersedia menjadi tersedia bagi tanaman. Adapun pupuk urea merupakan pupuk yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan meningkatkan unsur nitrogen pada tanah. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) Cabang Sulawesi Tenggara dan Laboratorium Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo, Kendari selama lima bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan tiga kali ulangan dan tiga unit tanaman. Faktor pertama meliputi tanpa inokulasi FMA, Claroideoglomus etunicatum dan Septoglomus constrictum. Faktor kedua meliputi tanpa pupuk urea, pupuk urea 1 g, pupuk urea 1,2 g dan pupuk urea 1,4 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi FMA jenis C. etunicatum dan tanpa pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun, nodulasi, berat kering pucuk dan nisbah pucuk akar. Inokulasi FMA jenis C. etunicatum dapat meningkatkan pertambahan tinggi, diameter batang, luas daun, berat kering tanaman, indeks mutu bibit, dan kolonisasi akar. P. mooniana memiliki ketergantungan yang cukup terhadap fungi mikoriza arbuskula. Pemberian pupuk urea 0 g meningkatkan tinggi, diameter batang, luas daun, berat kering total, dan indeks mutu bibit.</p> Husna Husna Faisal Danu Tuheteru Jesika Wulandari Asrianti Arif Basrudin Basrudin Albasri Albasri Wiwin Rahmawati Nurdin Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 129 148 Uji Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Lokal Terhadap Pertumbuhan Semai Pala Hutan (Knema latericia) pada Media Tailing Emas https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/13 <p style="text-align: justify;">Pertambangan emas merupakan suatu kegiatan yang mengeksploitasi sumber daya alam. Namun, selain memberi dampak positif juga menimbulkan dampak negatif karena menyisahkan lahan tailing dengan karakteristik sifat fisik, kimia maupun biologi tanah yang kurang baik sebagai media tumbuh untuk tanaman. Mekanisme untuk mengatasi kondisi lahan yang ekstrem tersebut yaitu menggunakan mikroba bermanfaat seperti fungi mikoriza arbuskula (FMA). FMA merupakan agen hayati yang ada di alam yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan bersimbiosis dengan tumbuhan darat yang ditemukan pada berbagai ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jenis FMA lokal terhadap peningkatan pertumbuhan semai pala hutan (Knema latericia) pada media tailing emas. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) cabang Sulawesi Tenggara selama lima bulan. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dan lima unit tanaman. Perlakuan yang dicobakan terdiri atas lima perlakuan yaitu perlakuan (A) control, (B) FMA jenis Claroideoglomus etunicatum, (C) FMA jenis Septoglomus costrictium, (D) FMA jenis Glomus sp.2 dan (E) campuran FMA jenis (B+C+D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan FMA lokal terhadap pertumbuhan semai pala hutan (Knema latericia) pada media tailing emas berpengaruh sangat nyata pada peubah tinggi, jumlah daun, panjang akar, berat kering pucuk, berat kering total, nisbah pucuk akar, indeks mutu bibit, kolonisasi FMA, dan Mycorrhizae inoculation effect serta berpengaruh nyata terhadap berat kering akar. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu FMA lokal efektif meningkatkan pertumbuhan semai Knema latericia umur lima bulan pada media tailing emas, dimana FMA C. etunicatum lebih efektif dibanding dengan perlakuan lain.</p> Husna Husna Asrianti Arif Hermansyah Hermansyah Faisal Danu Tuheteru Basrudin Basrudin Sedek Karepesina Albasri Albasri Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 149 168 Pertumbuhan Bibit Lada yang Diaplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula pada Beberapa Dosis Pupuk https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/14 <p style="text-align: justify;">Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman lada yang diaplikasi fungi mikoriza arbuskula pada beberapa dosis pupuk daun yang dilaksanakan di Lahan Percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan, pada bulan April hingga Juli 2018. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Faktorial dengan dasar RAK (Rancangan Acak Kelompok). Sebagai faktor pertama adalah perlakuan pemberian fungi mikoriza, terdiri atas dua, yaitu tanpa mikoriza (M0) dan pemberian Mikoriza Glomus sp (M1). Faktor kedua adalah kombinasi perlakuan dosis pupuk daun terdiri atas tiga taraf, yaitu 8 mg/tanaman (P1), 12 mg/tanaman (P2), dan 16 mg/tanaman (P3). Setiap perlakuan terdiri atas dua unit dan diulang sebanyak tiga kali sehingga seluruhnya terdapat 36 unit percobaan. Hasil percobaan menunjukkan pertumbuhan vegetatif tanaman lada lebih baik dengan adanya simbiosis mikoriza Glomus sp. dibanding dengan tanpa mikoriza. Aplikasi pupuk daun dengan dosis pupuk lebih rendah yakni 8 mg menghasilkan pertumbuhan vegetatif bibit lada bermikoriza yang lebih baik dibandingkan pada dosis pupuk yang lebih tinggi (12 mg dan 16 mg) berdasarkan beberapa parameter pertumbuhan tanaman lada seperti tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan volume aka</p> Lisnawati Lisnawati Liana Kusuma Dewi Abdul Rahman Zahraeni Kumalawati Bibiana Rini Widiati Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 169 174 Efektivitas Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan dan Serapan Hara Beberapa Varietas Tebu https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/15 <p style="text-align: justify;">Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas fungi mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan serapan hara beberapa varietas tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan di kebun bibit Pabrik Gula Takalar, Sulawesi Selatan. Penelitian disusun dalam pola rancangan petak terbagi. Sebagai petak utama adalah variets tebu, terdiri atas empat macam, yaitu CM 2012 (V1), PSJK 922 (V2), PS 862 (V3) dan Cenning (V4). Anak petak adalah macam inokulum mikoriza, terdiri atas empat macam yaitu kontrol/tanpa mikoriza (M0), jenis mikoriza Glomus sp. (M1), jenis mikoriza Acaulospora sp. (M2) dan campuran jenis mikoriza Glomus sp. dan Acaulospora sp. (M3). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi fungi mikoriza arbuskula tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan beberapa varietas tebu. Demikian pula dengan persentase infeksi mikoriza pada akar tanaman juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan di antara keempat varietas tebu yang dikembangkan di PG Takalar. Adanya asosiasi fungi mikoriza arbuskula efektif dalam meningkatkan kadar hara makro daun tebu. Kadar hara N dan P teringgi tampak pada varietas Cenning yang berasosiasi dengan mikoriza Glomus sp., sedangkan kadar hara K tertinggi pada varietas PSJK 922 dengan perlakuan mikoriza Glomus sp. dan Acaulospora sp.</p> Parwito Parwito Zahraeni Kumalawati Kafrawi Kafrawi Sri Muliani Yunus Musa Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 175 182 Efektivitas Azotobacter dan Mikoriza pada Biomassa Vegetatif Kedelai (Glycine Max (L) Merill) Varietas Anjasmoro pada Tanah Ultisol dengan Zeolit https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/16 <p style="text-align: justify;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Azotobacter, mikoriza, interaksi antara Azotobacter dan mikoriza terhadap biomassa vegetatif tanaman kedelai (Glycine max (L) Merill) pada tanah ultisol dengan zeolit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu pemberian Azotobacter (0 CFU ml -1 , 10 3 CFU ml 1 ). Faktor 2 yaitu pemberian mikoriza (0 gram, 10 gram, 20 gram) dengan 3 kali ulangan. Penelitian menggunakan polibag dengan tanah tanah 6 kg, zeolit 10,5 gram atau 3,5 ton ha -1 dan kompos 12 gram atau 4 ton ha -1 F. D. Tuheteru, Husna, A. Arif, &amp; Albasri (Editor). (2021). Prosiding Seminar Nasional Mikoriza: Mikoriza untuk Pembangunan Pertanian dan Kehutanan Berkelanjutan, Kendari 10 Agustus 2018. UHO EduPress. -1 . Variabel penelitan adalah biomassa akar, biomassa batang, biomassa daun, biomassa total tanaman. Data dianalisis dengan uji anava dan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Azotobacter sp. berpengaruh signifikan terhadap biomassa akar, biomassa batang, biomassa daun dan biomassa total tanaman. Perlakuan mikoriza memperlihatkan pengaruh yang signifikan terhadap biomassa akar, biomassa batang, biomassa daun, biomassa total tanaman. Kombinasi Azotobacter dan mikoriza berpengaruh signifikan terhadap biomassa akar, biomassa batang, biomassa daun, biomassa total tanaman. Hasil uji tukey menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemberian Azotobacter 10 6 CFUml dan pemberian mikoriza 20gr memberikan rerata tertinggi dibanding kombinasi perlakuan lainnya terhadap biomassa tanaman kedelai.</p> Yusuf Sabilu Istika Novianti Saleh Rita Ningsih Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 183 190 Sporulasi Fungi Mikoriza Arbuskula Lokal Asal Rizosfer Kayu Kuku (Pericopsis Mooniana [Thw] Thw.) dengan Pemberian Takaran Terabuster yang Berbeda https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/17 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui takaran terabuster terbaik terhadap sporulasi FMA lokal asal rizosfer kayu kuku [Pericopsis mooniana (Thw.) Thw]. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis FMA yang terdiri atas dua taraf: (1) A1 = Glomus sp., dan (2) A2 = Claroideoglomus etunicatum. Faktor kedua yaitu terabuster yang terdiri atas 4 taraf: (1) B0 = tanpa pemberian terabuster (kontrol), (2) B1 = terabuster 1 ml/L air, (3) B2 = terabuster 2 ml/L air, dan (4) B3 = terabuster 3 ml/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sporulasi FMA Glomus sp. pada takaran terabuster 3 ml/L air sedangkan jenis FMA Claroideoglomus etunicatum tidak bersporulasi pada semua takaran terabuster. Jenis FMA dan terabuster mampu meningkatkan nodulasi, berat kering nodul, serta berat kering akar. FMA Glomus sp. berpotensi sebagai pupuk hayati asal rizosfer kayu kuku [Pericopsis mooniana (Thw.) Thw.]</p> Siti Uswatun Hasanah Husna Husna Faisal Danu Tuheteru Asrianti Arif Basrudin Basrudin Wiwin Rahmawati Nurdin Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 191 206 Simbiosis Fungi Mikoriza Arbuskula pada Rizosfer Kayu Kolaka (Parinaria Carimbosa) di Lahan Revegetasi PT Vale Indonesia (Tbk) https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/18 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbiosis fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada akar pohon kayu kolaka (Parinaria carimbosa) pada lahan pascatambang nikel PT Vale Indonesia Tbk Pomaala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei dan dilakukan secara nonproposional. Pelaksanaan penelitian diawali dengan pengambalian contoh tanah dan akar di lapangan, selanjutnya contoh tersebut dibawa ke laboratorium untuk isolasi, diamati, dan diidentifikasi spora FMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar kayu kolaka bersimbiosis (terkolonisasi) dengan FMA. Struktur FMA yang paling umum ditemukan adalah hifa internal. Ditemukan enam jenis spora FMA yang terdiri atas tiga marga, yaitu Glomus (4 jenis), Acalauspora (1 jenis), dan Scutellospora (1 jenis). Glomus sp 2 merupakan jenis yang dominan dan memiliki nilai penting (NP) tertinggi di antara jenis lain.</p> Faisal Danu Tuheteru Teti Andriani Husna Husna Asrianti Arif Basrudin Basrudin Albasri Albasri Miranda Hadiyanti Hadijah Wiwin Rahmawati Nurdin Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 207 220 Pertumbuhan dan Ketergantungan Tanaman Angsana (Pterocarpus Indicus Willd.) dengan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Glomus Spp. https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/19 <p style="text-align: justify;">Fungi&nbsp; mikoriza arbuskula&nbsp; (FMA)&nbsp; membentuk simbiosis mutualistik dengan perakaran tanaman sehingga dapat membantu tanaman tumbuh lebih baik pada daerah-daerah marginal. Efektivitas FMA terhadap pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh kepekaan jenis inang terhadap FMA, kondisi lingkungan serta jenis FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fungi mikoriza arbuskula (FMA) lokal terhadap peningkatan pertumbuhan kayu angsana (Pterocarpus indicus Willd.). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) Cabang Sulawesi Tenggara selama tiga bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan dan lima unit tanaman. Perlakuan yang dicobakan meliputi tanpa inokulasi FMA, Glomus halonatum, Claroideoglomus etunicatum, Glomus sp. dan FMA campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMA jenis C. etunicatum dapat meningkatkan pertumbuhan bibit angsana dengan rata-rata pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, nodul, biomassa bibit angsana masingmasing 195,5%, 98,0%, 300%, 1.978%, 697,9% terhadap kontrol. Kayu angsana memiliki ketergantungan yang cukup terhadap fungi mikoriza arbuskula umur tiga bulan. C. etunicatum berpotensi untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati.</p> Asrianti Arif La Ode Zahrul Faisal Danu Tuheteru Basrudin Basrudin Albasri Albasri Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 221 236 Keberhasilan Hidup Tanaman Kayu Kuku Bermikoriza Umur Tiga Tahun pada Lahan Pascatambang Nikel PT Vale Indonesia https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/20 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fungi mikoriza arbuskula (FMA) lokal dalam meningkatkan keberhasilan hidup tanaman P. mooniana umur 3 tahun pada lahan pascatambang nikel PT Vale Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pascatambang nikel PT Vale Indonesia, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka dan Unit Laboratorium Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) selama tigabulan (Oktober–Desember 2018). Tahapan penelitian yang telah dilakukan adalah evaluasi keberhasilan hidup tanaman dan pengukuran pertumbuhan tanaman P. mooniana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMA lokal Cagar Alam Lamidae dan PT Vale Indonesia meningkatkan pertumbuhan tinggi, pertambahan diameter, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun serta meningkatkan berat kering dan berat basah daun tanaman P. mooniana dengan peningkatan pertumbuhan masing-masing sebesar 297,91 dan 247%, 297,91 dan 247%, 125,25 dan 122,89%, 195,53 dan 98,95%, 98,40 dan 99,29% dan 71,12 dan 67,78%, serta 378 dan 356%, dan 283% dibanding kontrol. FMA lokal efektif meningkatkan pertumbuhan tanaman P. mooniana umur 3 tahun pada lahan pascatambang nikel.</p> Husna Husna Alan Saputra Faisal Danu Tuheteru Asrianti Arif Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 237 250 Perbaikan Kualitas Bibit Kayu Kuku [Pericopsis Mooniana (Thw.) Thw] dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (Fma) Lokal Sulawesi Tenggara https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/21 <p style="text-align: justify;">Pericopsis mooniana Thw. merupakan jenis legume tropis terancam punah dan dan termasuk lambat tumbuh. pembekalan bibit dengan fungi mikoriza arbuskula perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas bibit dan keberhasilan penanaman di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas bibit tanaman P. mooniana yang diinokulasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) lokal. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) cabang Sulawesi Tenggara selama tiga bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan dan lima unit tanaman. Perlakuan yang digunakan meliputi kontrol, Acaulospora sp.1/Ha, Glomus sp.2/Ha, Acaulospora + Glomus/Ha, dan FMA campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi FMA lokal dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun, dan luas daun sebesar 91%, 80%, 160%, dan 251% terhadap kontrol. Perlakuan FMA Acaulospora sp.1/Ha signifikan dibanding perlakuan lainnya dalam meningkatkan pertumbuhan kayu kuku serta memiliki ketergantungan terhadap FMA lokal yang sangat tinggi sebesar 82.16%.</p> Husna Husna Wahyu Puji Raharjo Faisal Danu Tuheteru Asrianti Arif Basrudin Basrudin Albasri Albasri Wiwin Rahmawati Nurdin Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 251 264 Karakteristik Fragmen rDNA Phytophthora sp. dari Buah Kakao Berdasarkan Kemiripan Sekuen DNA dan Situs Pemotongan Enzim Restriksi https://journal.ami-ri.org/index.php/semnasmikoriza/article/view/22 <p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fragmen rDNA Phytophthora sp. dari buah kakao berdasarkan kemiripan sekuen DNA dan situs pemotongan enzim restriksinya. Karakterisasi fragmen rDNA Phytophthora sp. dilakukan dengan mengamplifikasi fragmen rDNA menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reactions) dengan primer spesifik Phytophthora (Phy-F dan Phy-R) yang dapat mengamplifikasi sekuen ITS 1, 5.8S rRNA, dan ITS2. Fragmen rDNA tersebut selanjutnya diurutkan nukleotidanya dan dianalisis menggunakan: program BLAST (Basic Local Alignment Search Tools) untuk mengetahui kemiripannya dengan DNA lain, dan program BioEdit untuk mengetahui situssitus pemotongan enzim restriksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen rDNA yang dihasilkan berukuran 787 pb; memiliki kemiripan sebesar 99% dengan Phytophthora palmivora; dan tidak memiliki situs pemotongan enzim restriksi berupa AflI, EcoRV, dan MfeI sehingga dapat digunakan sebagai penciri Phytophthora palmivora dibanding dengan Phytophthora lainnya. Berdasarkan hasil karakterisasi menunjukkan bahwa primer Phy-F dan Phy-R dapat digunakan untuk mengamplifikasi fragmen rDNA Phytophthora palmivora.</p> Muzuni Muzuni Asniah Asniah Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Mikoriza 2021-12-29 2021-12-29 265 276