Pertumbuhan dan Ketergantungan Tanaman Angsana (Pterocarpus Indicus Willd.) dengan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Glomus Spp.
Keywords:
fungi mikoriza arbuskula lokal, Pterocarpus indicus Willd., Claroideoglomus etunicatum, efektivitasAbstract
Fungi mikoriza arbuskula (FMA) membentuk simbiosis mutualistik dengan perakaran tanaman sehingga dapat membantu tanaman tumbuh lebih baik pada daerah-daerah marginal. Efektivitas FMA terhadap pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh kepekaan jenis inang terhadap FMA, kondisi lingkungan serta jenis FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fungi mikoriza arbuskula (FMA) lokal terhadap peningkatan pertumbuhan kayu angsana (Pterocarpus indicus Willd.). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) Cabang Sulawesi Tenggara selama tiga bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan dan lima unit tanaman. Perlakuan yang dicobakan meliputi tanpa inokulasi FMA, Glomus halonatum, Claroideoglomus etunicatum, Glomus sp. dan FMA campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FMA jenis C. etunicatum dapat meningkatkan pertumbuhan bibit angsana dengan rata-rata pertambahan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, nodul, biomassa bibit angsana masingmasing 195,5%, 98,0%, 300%, 1.978%, 697,9% terhadap kontrol. Kayu angsana memiliki ketergantungan yang cukup terhadap fungi mikoriza arbuskula umur tiga bulan. C. etunicatum berpotensi untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati.